Non-AC

Jika kita ingin berpergian dan kita mendengar bahwa kendaraan umum yang akan kita naiki adalah Non-AC, maka pastilah kita membayangkan penderitaan berkepanjangan. Berpanas-panas, gerah, bau keringat, bau rokok, dan bau makanan yang sudah bercampur dengan saliva dan asam lambung. Perjalanan yang sejam serasa sehari dan sehari serasa seminggu, seperti halnya kekasih yang merindukan kasihnya. Hal inilah yang terjadi selama enam jam perjalanan kapal feri KMP.Muria dari pantai Kartini Jepara ke Karimunjawa beberapa waktu lalu.

Tetapi Non-AC yang ini beda. Kali ini adalah sedikit kesadaran mengenai lingkungan kita yang sedikit-demi sedikit rusak oleh tangan kita sendiri.

Setiap hari, hampir selama 24 jam saya terpapar dan menghirup udara yang dihembuskan oleh kotak pendingin ajaib yang bernama AC — air conditioning. Si penyejuk udara. Si pendingin ruangan. Si sayonara panas. Saya seperti Neil Armstrong di bulan yang kemana mana harus membawa tabung udaranya sendiri, dan menghirupnya dari selang yang terpasang di hidung. Jika tabung itu tertinggal maka bersiaplah menyambut malaikat Izrail. Megap-megap. Tentu saja kalo dalam kasus saya tidak megap-megap, tetapi kegerahan sambil kipas-kipas pake kipas hadiah manten dan segelas es buah rumput laut di tangan.

Hari sabtu dan minggu kemarin adalah kesempatan saya untuk sedikit berbakti pada lingkungan. Didukung dengan udara dingin yang beberapa hari ini setia menemani kota Bandung, maka bulatlah tekad saya untuk mematikan si AC. Ambil remote tekan tombol merah, pelan tapi pasti sumber udara dingin itu menyerah kalah dan mengatupkan dirinya. langkah selanjutnya adalah buka jendela lebar-lebar. Hirup nafas dalam-dalam. Ternyata udara segar memang terasa lebih nikmat. Pikiran lebih fresh, dan badan lebih segar — apa bedanya fresh dengan segar😛.

no_ac
AC dimatikan, jendela dibuka

Memang hanya dua hari. Tetapi energi yang dihemat ternyata lumayan. Jika AC itu menggunakan daya 400 watt, maka dalam dua hari dapat menghemat energi 400×2×24×60×60=69120000joule atau setara dengan 76.4kg lemak😛. Selain itu, juga mengurangi emisi CFC ke atmosfer yang dapat menghancurkan ikatan ozon dengan peluru-peluru molekul chlor yang dilepaskannya.

jadi teringat dengan lagu Michael Jackson yang baru saja moonwalking ke akhirat, Heal The World.

Think about the generations and to say we want to make it a better
world for our children and our children’s children.
So that they know it’s a better world for them.
And think if they can make it a better place.

Heal the world
Make it a better place
For you and for me and the entire human race

Semoga dua hari kemarin benar-benar bermanfaat dan meningkatkan kesadaran dan semangat untuk menjaga lingkungan. Seperti kata uztad yang suka senam, mulai dari yang kecil, mulai dari diri kita sendiri, mulailah sekarang juga.

2 Comments

  1. narpen
    Posted Juli 23, 2009 at 8:31 pm | Permalink | Balas

    Jadi berapa hari berhasil tanpa ac piq?😉
    ngomong2 emang bbrp waktu yang lalu bandung duingin banget. Apalagi waktu itu gw baru dari surabaya, langsung kaget dapet udara bandung..

    • Posted Juli 23, 2009 at 8:44 pm | Permalink | Balas

      cuman 2 hari, hehehe,
      lumayan lah.😆
      itupun pas hari libur, kalo hari kerja, mau gak mau emang harus kena ac terus😐

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: