Halal bi Halal

“ber-halal bihalal merupakan suatu bentuk aktivitas yang mengantarkan pada pelakunya untuk meluruskan benang kusut, menghangatkan hubungan yang tadinya beku sehingga cair kembali, melepaskan ikatan yang membelenggu, serta menyelesaikan kesulitan dan problem yang menghadang terjalinnya keharmonisan hubungan”
Quraish Shihab

rumah_simbah
Rumah Simbah
September 22, 2009, Nikon Coolpix 5100, f/5.6 1/220s at 5.8mm

Hari ketiga lebaran adalah hari berkunjung ke rumah simbah. Pada waktu saya masih lucu-lucunya berseragam putih merah, ketika nenek dari pihak ibu masih ada, maka kami biasa berlebaran di Madiun pada hari pertama dan kedua, dan hari ketiga berangkat lagi ke Prambanan untuk berlebaran di tempat simbah dari pihak bapak. Semuanya ditempuh dengan bus legendaris Sumber Kencono yang sudah terkenal kehandalannya menembus ruwetnya jalan ketika lebaran.

Berkunjung pada hari ketiga karena hari ketiga lebaran telah ditetapkan sebagai hari berkumpulnya seluruh keluarga dari trah bani Soeto Soewito, yang merupakan kakek buyut saya. Dari enam putra-putri mbah buyut Soeto Soewito, sekarang telah beranak pinak menjadi lebih dari seratus anak, cucu, cicit, buyut, dan canggah. Sejujurnya saya sendiri kurang mengenal anggota keluarga yang lain yang bukan dari satu simbah atau kakek. Selain karena interaksi yang hanya satu tahun sekali, interaksi yang terjadi terkadang lebih ke formalitas seremonial belaka sehingga hubungan kekeluargaan terasa kurang kental.

Setiap tahun, tempat acara halal bi halal digilir antar enam bersaudara putra putri mbah buyut. Tahun ini adalah giliran rumah mbah Noto yang letaknya bersebelahan dengan rumah kakek. Rumah-rumah milik saudara-saudara kakek ini semuanya mirip. Umunya memliki halaman yang luas dan ruang tamu yang sangat luas pula dengan konstruksi bagian depan terbuat dari kayu yang memiliki 3 buah pintu. Pintu tengah dan dua pintu samping yang lebih kecil. Dinding belakang ruang tamu juga terbuat dari kayu dengan beberapa ‘lubang jendela’ yang memiliki ornamen ukir-ukiran khas Jawa. Mirip dengan dinding hiasan yang sering dipasang di belakang pengantin pada upacara pernikahan adat Jawa. Di belakang lubang itu masih ada ruangan lagi yang lebih kecil, yang makin tidak jelas dulu gunanya untuk apa, karena sekarang dipakai untuk gudang.

Saat halal bi halal, seluruh anggota keluarga tumplek-blek di ruang tamu depan. Pada umumnya acaranya adalah sambutan dari tuan rumah, ikar saling maaf-memaafkan, siraman rohani, dan arisan. Ya arisan. Arisan inilah yang menjadi salah satu daya tarik sehingga acara ini dapat bertahan puluhan tahun tanpa pernah bolong satu lebaran pun.

Acara keluarga besar seperti ini sudah semakin langka. Tetapi selama semangat menjalin silaturrahmi dan tradisi mudik lebaran masih ada, halal bi halal trah bani Soeto Soewito masih akan bertahan.

3 Comments

  1. Posted September 28, 2009 at 5:17 am | Permalink | Balas

    Lihat gambar ini jadi kangen pulang kampung, cuma sudah tak ada yang didatangi. Dan rumahpun cuma ditunggu orang lain.
    Rumah khas gaya Jawa, dengan pendopo luas, yang bisa dibuka jika punya hajatan…anak-anakku sudah tak mengalami masa itu

  2. narpen
    Posted September 30, 2009 at 11:02 pm | Permalink | Balas

    lapor, sudah merasakan kelegendarisan sumber “k”encono.. (k-nya jangan diganti sama b ya piq :p)
    astaga… lu lebaran brg2 keluarga naik itu?
    tambah alim dong ya piq.. :9

    • Posted Oktober 1, 2009 at 5:00 am | Permalink | Balas

      jaman dulu narp, waktu dollar masih dua ribu rupiah :p
      makanya gw sekarang sealim ini, udah merasakan between life and death situation berkali kali😀

      ihiy, mother and daughter, comment di blog-ku ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: