Snorkel and Fin

Teman,
Pernahkah kalian snorkling?

snorkel_and_fin
keep it dry. Resting after flicking and googling to another world.

Perkenalan dengan snorkling terjadi di Belitung awal tahun. Belitung — atau Belitong, karena ada seorang sahabat yang ‘memaksa’ saya untuk melihat pernikahannya. jadi bukan karena demam laskar pelangi atau merencanakan liburan kesana. Tapi karena memang harus kesana untuk memenuhi sebuah janji. Belitung adalah surganya pantai dan dunia bawah air. Jadi sungguh rugi besar kalau tidak mencoba mengintipnya.

Karena sama sekali tidak bisa berenang maka saya memaksa seorang teman untuk memberikan crash course kursus singkat bagaimana agar selamat sentosa di dalam air. Targetnya adalah tidak mati kelelep. Sebulan sebelum berangkat ke Belitung, latihan dimulai di kolam mini sabuga. Kolam berukuran 20×20 meter dengan kedalaman hanya 70cm, dipilih untuk latihan berenang menghadapi tantangan snorkling di laut lepas. Melihat saya yang benar-benar nol besar dalam hal berenang maka dia berbaik hati memberikan latihan tahap kedua. Minggu berikutnya latihan part two. Bisa ngambang, dan meluncur, paling tidak 10 detik sebelum badan mulai miring dan tenggelam ke satu sisi dan akhirnya megap-megap. Karena kesibukan sang trainer, akhirnya latihan tidak berlanjut. Melihat perkembangan skill saya yang benar-benar menyedihkan, dia juga menyarankan agar saya membuat surat wasiat dan menikah sebelum berangkat snorkling agar tidak ‘rugi’ hidup di dunia.

D-day. The doomsday itu akhirnya datang juga. Dengan bermodalkan dua kali latihan berenang maka tibalah saatnya pembuktian hasil latihan. Pertama kali menyemplungkan badan ke air, hmm, it feels good. Dan begitu membalikkan badan dan melihat ke dalam air, serasa dilempar ke pintu ajaib Doraemon menuju dunia antah berantah. Tidak ada kepanikan, rasa tenggelam, semua hilang. Tenang tak ada suara, hanya suara air dan nafas. Bergerak pelan, kadang mengikuti arus, kadang melawan arus. Melihat dari dalam kaca google, melihat dunia lain. Bukan dunia manusia. Susunan koral-koral berbatu saling tindih dan dempet membentuk struktur-struktur ajaib. Indah.

son_of_sea
Snorkling di Kepulauan Seribu. Foto milik Stevanus Roni

_MG_0415
Bersantai di Pantai pulau Geleang Karimunjawa.

Selanjutnya adalah perjalanan untuk menemukan dunia lain. Karimunjawa, Ujungkulon, dan Kepulauan Seribu. Entah besok kemana lagi. Mungkin sudah saatnya menuju ke dalam. Bergerak dengan menggendong tabung dan selang-selang, menuju tempat yang selama ini hanya dilihat dari permukaan.

3 Comments

  1. narpen
    Posted Oktober 22, 2009 at 11:35 am | Permalink | Balas

    “Melihat perkembangan skill saya yang benar-benar menyedihkan, dia juga menyarankan agar saya membuat surat wasiat dan menikah sebelum berangkat snorkling agar tidak ‘rugi’ hidup di dunia.”

    Kekekekekeke.. parah pisan sarannya..
    btw pertama kali di belitung itu pake pelambung ga piq?

  2. Posted Oktober 22, 2009 at 1:37 pm | Permalink | Balas

    (kerja woi, hehehe)

    ga pake pelampung narp, perahunya kecil, bocor, pas nyampe pulau, hujan angin deres banget lagi… ngeri kalo hujannya di tengah laut

    gila gak tuh…

    • riska
      Posted Juli 6, 2011 at 10:39 pm | Permalink | Balas

      hihi tapi kan seru fiq..

      Btw,
      Perkenalan dengan snorkling terjadi di Belitung awal tahun. Belitung — atau Belitong, karena ada seorang sahabat yang ‘memaksa’ saya untuk melihat pernikahannya.

      Emang aku maksa ya?

One Trackback

  1. By Affan Baby Boy « watch the world in landscape on Februari 5, 2010 at 9:13 pm

    […] jurnal / journal | Tags: baby, friend Remember when I tell you about my first snorkling in Belitong it’s because I had to attend my friend wedding? Yesterday, her baby boy is born. Ah, time is […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: