Melihat Merapi

Libur lebaran kemarin, seperti tahun-tahun sebelumnya dan seperti beberapa puluh juta penduduk Indonesia lainnya, saya melakoni ritual mudik. Pulang ke Boyolali, sebuah kota kecil, teramat kecil bahkan, di kaki gunung Merbabu-Merapi. Jika anda ingin menuju Solo dari arah Semarang, pasti akan melewati kota ini, setidaknya sampai jalan tol JogloSemar selesai dibangun. Mungkin setelah jalan tol itu selesai, Boyolali akan semakin menyusut dan menjadi kota yang terlupakan.

Satu hal yang menarik dari Boyolali adalah kedua gunung itu, Merbabu dan Merapi. Gunung Merbabu sudah lama sekali hibernate, letusan terakhir terjadi tahun 1797, berbeda sekali dengan saudara seperguruannya Merapi, yang sering kali meler mengeluarkan lava panas dan menjadi headline berita dimana-mana. Gunung Merbabu juga menjadi salah satu gunung favorit untuk didaki, jalur pendakian biasanya dimulai dari Kopeng dan turun lewat Selo.

Karena tamu yang berkunjung sudah mulai sepi, dan acara silaturahmi ke tetangga dan saudara sudah selesai, maka saya memutuskan untuk mengenal lebih dekat kedua gunung itu dari sebuah daerah yang disebut dengan Selo. Dinamakan demikian karena tempat itu berada diantara (disela-sela) gunung Merapi dan Merbabu (mungkin loh ya, ini cuma dugaan saja, hehehe).

menuju_selo_5
Puncak 4km
September 23, 2009, Nikon Coolpix 5100, f/4.9 1/621s at 17mm

Selo masih berada didalam kabupaten Boyolali. Perjalanan kesana sangat mudah karena aspal yang mulus, berkah dari kunjungan presiden Megawati kala masih berkuasa. Makanya, sering-seringlah minta presiden berkunjung ke daerah-daerah supaya jalan yang boncel-boncel diperbaiki. Jalur ini juga merupakan jalur alternatif ke Magelang untuk mengunjungi candi Borobudur apabila anda lebih suka hawa dingin dan jalan berkelok-kelok naik-turun dengan pemandangan indah di kiri-kanan, daripada berpanas-panas lewat Klaten dan Jogjakarta. Namun harus berhati-hati, salah sedikit, kendaraan bisa terbang ke jurang.


irung_petruk
Irung Petruk
September 23, 2009, Nikon Coolpix 5100, f/5.6 1/352s at 6mm

Setelah melalui pasar yang disebut dengan pasar Cepogo, check point pertama adalah suatu tikungan hairpin, hampir 360 derajat, menanjak, yang disebut dengan irung petruk (hidung petruk). Disini ada tempat beristirahat pagi para first timer yang kaget dengan mautnya tikungan ini. Ini adalah gardu pandang pertama melihat Merapi.

flying_fox_selo
Flying Fox
September 23, 2009, Nikon Coolpix 5100, f/5.6 1/373s at 6mm

Tempat menarik berikutnya adalah arena Flying Fox. Menuruni bukit setinggi beberapa puluh meter dengan jarak tempuh sekitar 200 meter, cukup untuk memompa adrenalin dan menghangatkan badan karena udara dingin yang mulai menusuk. Sayangnya sewaktu saya kesana arenanya belum buka karena masih terlalu pagi.

menuju_selo_1
Gunung Bibi
September 23, 2009, Nikon Coolpix 5100, f/5.6 1/358s at 6mm

Di depan gunung Merapi ada gunung kecil yang disebut warga sekitar dengan gunung Bibi. Syahdan, legendanya, pada jaman dulu para penguasa Magelang, Jogja, dan Boyolali berkumpul untuk membahas daerah mana yang harus diselamatkan jika Merapi mengamuk. Ada dua pilihan, selamat tapi menjadi daerah yang biasa-biasa saja, atau resiko tinggi tetapi menjadi daerah yang makmur. Pada saat itu, penguasa Boyolali memilih untuk selamat sehingga muncul gunung Bibi untuk menangkis amarah Merapi andaikata meletus. Tetapi akibatnya, Boyolali teringgal dari dua daerah yang lain, Magelang dikaruniai tanah yang luar biasa subur, sedangkan Jogja menjadi pusat pemerintahan. Musibah terbesar yang saya alami selama tinggal di Boyolali gara-gara merapi adalah hujan abu yang meninggalkan abu vulkanik dengan tebal kira-kira 0.5cm dimana-mana.

menuju_selo_2
Aliran Lava
September 23, 2009, Nikon Coolpix 5100, f/5.6 1/380s at 6mm

Setelah melihat gunung Bibi, awan di puncak Merapi mulai tersingkap dan sampailah di Selo. Selo sebenarnya hanya sebuah pasar di kaki gunung. Mirip dengan pasar Lembang kalau di Bandung, tetapi letaknya lebih tinggi sehingga hawa dingin lebih menusuk walau di siang hari. Dari sini, puncak Merapi hanya berjarak 4km di sebelah kiri, dan puncak Merbabu juga 4km di sebelah kanan.

menuju_selo_3
Negeri di Awan
September 23, 2009, Nikon Coolpix 5100, f/5.6 1/285s at 6mm

Tempat ini seperti negeri di awan yang diceritakan oleh Katon. Awan bukan berada di atas kita, tetapi di depan dan di samping kita. Terkadang jalan bisa tertutup oleh awan putih ini. Di Selo kita juga bisa mencicipi camilan khas Selo yaitu Jadah bakar. Jadah dibuat dari beras ketan putih, dan parutan kelapa dan sepertinya santan, gak ngerti juga, hehehe. Pokoknya rasanya gurih dan sedikit manis. Dibakar dengan arang batok kelapa, ditambah teh (manis) hangat. Hmm.

menuju_selo_4
Arah Magelang
September 23, 2009, Nikon Coolpix 5100, f/5.6 1/306s at 6mm

Setelah cukup jauh melewati Selo, saya memutuskan balik pulang. Jika diteruskan bisa-bisa sampai ke Magelang. Lagipula jaket tipis yang saya pakai tidak cukup ampuh meredam tusukan-tusukan udara dingin yang dikirim oleh Merbabu-Merapi.

5 Comments

  1. narpen
    Posted November 5, 2009 at 2:10 pm | Permalink | Balas

    Nikon Coolpix..😀

    Gw suka kata2 ini, hahaha.. “Makanya, sering-seringlah minta presiden berkunjung ke daerah-daerah supaya jalan yang boncel-boncel diperbaiki.”
    Benul banget. Keknya gw harus minta SBY mampir deket buah batu deh. Kaco berat jalannya.

    Wah sampai dihampiri awan.. duingin ya piq ya.. Kaya kabut gtu dong jadinya..

  2. Posted November 5, 2009 at 5:20 pm | Permalink | Balas

    Hehehe,

    waktu JK datang ke kampus buat Dies ITB juga gitu Narp, tiba tiba saja pedagang2 di simpang ilang, sampah bersih, jalan disemprot dipel, lobang-lobang di siliwangi tiba-tiba mulus…

  3. Posted November 8, 2009 at 9:14 pm | Permalink | Balas

    Wah, jadi pengen ke sana lagi, terakhir ke merbabu sama merapai th 2007 (masih SMA), so dah lama, pernah hampir mati di merbabu kena badai🙂

    salam kenal kak🙂

    • Posted November 9, 2009 at 8:38 am | Permalink | Balas

      Ihiy, ada tamu baru😀

      Aku sendiri belum pernah ke merbabu, pernahnya ke gunung gede, lebih sering ke laut daripada ke gunung, ehehe

      salam kenal juga, 2007 masi SMA? wah berarti sekarang masih tingkat 2 kuliah. Tapi begitu baca tulisan di blognya de’ sya langsung terpana, Usia dan kedewasaan memang dua hal yang berbeda. Ah pengen nulis kaya gitu.

  4. Posted November 10, 2009 at 8:05 am | Permalink | Balas

    Foto-fotomu ndah sekali. Beberapa kali pergi ke Yogya, nggak sempat naik melihat Merapi dari dekat…paling-paling dari Kaliurang.
    Berminat melihat merapi? Ajak Narp…asal ada yang nyopir…ntar tidurnya bisa minta tolong teman (mantan anak buahku) di Sendik BRI Yogya di jalan Kaliurang atau Guest House BRI di Sagan.

    Dan sekarang teman dekatku (Narp kenal) jadi Wakil Inspektur di Yogya…rumahnya besar sekali….dia cuma berdua suami, anak satu2nya sudah menikah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: