Lelah

Entah mengapa setiap saya pergi ke Jakarta, setiap pulang selalu membawa penyakit. Entah pilek, pusing, flu, demam, hingga gatal-gatal pernah saya dapatkan. Semakin lama saya tinggal di Jakarta, sepertinya semakin banyak pula bakteri dan virus yang menclok dan mulai menggerogoti kesehatan secuil demi secuil. Mereka ini tak tahu diri, sudah numpang, masih saja menyedot hawa kehidupan tuannya. Rekor terlama saya di jakarta adalah 3 hari untuk mengurusi stand pameran milik lab di PRJ Kemayoran. Mungkin diperlukan waktu tinggal yang lebih lama agar tubuh bisa menyesuaikan diri dan membuat cukup antibodi untuk bertahan hidup di Jakarta.

chii_tired

Teori lain sebab musabab saya mudah sakit adalah kualitas udara di Jakarta yang buruk yang menyebabkan saya rentan sakit kalau pergi ke Jakarta. Sebagai cucu petani (bukan anak) dan tinggal bertahun-tahun di gunung, maka setiap hirupan nafas di Jakarta adalah siksaan. Paru-paru saya seperti pintu terbuka bagi partikel-partikel jahat itu. Dia tidak dilatih untuk memfilter, tidak memiliki satpam, atau firewall. Bablas saja langsung menuju aliran darah.

Dan sekarang, ritunitas itu terjadi lagi. Setelah kemarin pergi ke Jakarta untuk menghadiri pesta pernikahan teman, hari ini saya jatuh sakit. Alhamdulillah tidak terlalu parah. Demam ringan dan menggigil (perasaan gak hujan, tapi kok dingin ya…) mulai terasa sejak siang tadi. Badan terasa lemes dan lelah. Semoga sakit ini tidak berlanjut karena hari rabu masih ada ujian menanti.

Hey you, yes you, my white blood cells. What are you doing, do your job, get rid of those invaders right now.

5 Comments

  1. Posted Maret 26, 2010 at 12:25 pm | Permalink | Balas

    Mungkin sebelumnya sudah lelah karena menyiapkan acara itu.
    Saya sebaliknya, biasanya sumpeg, sibuk, panas di Jakarta….tapi kalau malam indah karena banyak kerlip lampu….jika pergi ke Bandung kedinginan. Padahal rumah di daerah Bubat…dan dulu saat kuliah di Bogor dan sering ke Bandung tak masalah, rumah tante di daerah Cihampelas yang masih sepi, minyak gorengpun kalau pagi beku.

    Dan sepulang dari Bandung…di Jakarta badan pasti nggreges, meriang …..hehehe…kebalikan ya..
    Saya suka Jakarta…biar bermacet ria…..

    • Posted Maret 26, 2010 at 1:03 pm | Permalink | Balas

      cuma jadi tamu kok bu, jagong manten. datang, salaman, makan, makan (lagi), foto, trus pulang, tetep saja sakit. aneh memang.

      akhir-akhir ini bandung dingin juga lho bu, hujan terus tiap hari, walau gak sampai bikin minyak goreng beku. apa mungkin karena minyak goreng sekarang sudah non-kolesterol kali ya… hehehe…

  2. Posted April 18, 2010 at 12:11 pm | Permalink | Balas

    jiahhh, jaga kesehatan, kk
    klo sakit, ga ada tirani besi lagi.. ampun >.<

    • Posted April 19, 2010 at 7:35 am | Permalink | Balas

      tirani besi >.<
      am i that bad for you guys?

      • Posted April 19, 2010 at 12:21 pm | Permalink

        ga kok kk, ampun2 >.<
        bcandaaaa, baik kok baik (mumpung mau rapat)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: