Kompas Cetak Tutup Usia

Kalau anda bulan Juni ini mengakses website koran kompas/kompas cetak, maka pasti akan mendapatkan pengumuman berikut,

kompas cetak mati

Akhirnya kompas mengambil langkah ini juga. Sebelumnya, ketika kompas epaper berpindah dari softpress ke silverlight juga muncul pengumuman yang sama, tetapi akhirnya tidak jadi, malahan format softpress di epaper juga balik lagi.

Sebagai pelanggan setia kompas cetak, saya sangat tidak setuju dengan penutupan ini. Berikut ini adalah alasan mengapa saya menyukai kompas cetak dan membenci kompas epaper,

  • Kompas cetak sangat ringan. Hanya diperlukan waktu beberapa detik untuk memuat seluruh halaman kompas cetak. Bandingkan dengan format epaper yang loadingnya membuat mood membaca hilang. Untuk jaringan internet Indonesia yang masih selambat siput, ini tentu sangat menyiksa.
  • Kompas cetak menggunakan hyperlink HTML biasa. Dengan itu kita bisa memilih berita apa saja yang ingin dibaca, klik kanan, open in new tab. Begitu seterusnya, sehingga saya bisa melahap beberapa berita sekaligus karena sudah terbuka di tab-tab browser sebelahnya. Bandingkan dengan epaper yang formatnya meniru koran kertas. Ketika beritanya bersambung ke halaman lain, maka setelah kita selesai membaca berita itu, dan ingin kembali ke halaman sebelumnya, ternyata tidak ada link untuk kembali. Kita harus memilih halaman itu di toolbar atau mem-flip lembaran koran itu satu persatu sampai kita kembali di halaman sebelumnya. Sungguh menyebalkan.
  • Kompas cetak mempunyai fitur share (on facebook). Jika ada berita yang menarik atau inspiratif, saya bisa segera membaginya ke seluruh teman di facebook. Bandingkan dengan kompas epaper yang tidak bisa di-share kemanapun, meskipun dengan berbagai widget di browser. Di era social network, menghilangkan fitur share adalah langkah mundur.
  • Kompas epaper sering ngadat. Beberapa halaman seringkali tidak termuat dengan sempurna, sehingga terpaksa memencet tombol reload di browser. Parahnya, karena seluruh konten dikirimkan bulk, maka tidak bisa me-reload hanya halaman itu saja, tetapi harus me-reload seluruh konten epaper. Sekali lagi jaringan internet di Indonesia belum siap untuk itu.
  • Ketika zoom untuk membaca berita di epaper, terkadang tidak termuat sempurna dan hanya menjadi gambar buram tidak terbaca. Hhhhh.

Kalau hanya ingin mendata jumlah pengunjung, tak apalah ada halaman sign-in, sign-up, atau login sebelum dapat membaca berita. Kalau ingin mendapatkan iklan, tak apalah ada iklan-iklan ramai ditempelkan di sidebar sebelah kanan. Dibuat seperti seperti GoogleAds misalnya. Tapi jangan ditutup kompas cetak ini.

Kalau benar-benar ditutup bulan depan, sepertinya saya harus mencari koran lain. Ada ide?

5 Comments

  1. Posted Juni 9, 2010 at 10:40 am | Permalink | Balas

    Saya termasuk pencinta kompas cetak via internet..walau di rumah udah langganan Kompas dan Kontan.
    Jika ada cerita menarik..saya segera kirim email ke anak-anak untuk membaca.

    • Posted Juni 9, 2010 at 12:35 pm | Permalink | Balas

      Itulah bu, kalau nanti website kompas cetak ditutup, sudah tidak bisa sharing berita lagi.

  2. Posted Juni 9, 2010 at 9:47 pm | Permalink | Balas

    Masih lebih enak koran beneran.😀
    Mungkinkah ini penyesuaian untuk dibaca melalui iPad?❓

    • Posted Juni 13, 2010 at 10:28 pm | Permalink | Balas

      Kalo iya, jadinya malah mempersempit segmen pasar. Karena pengguna MAC (apalagi iPad) di Indonesia masih minoritas.

  3. Posted Juli 27, 2010 at 12:12 pm | Permalink | Balas

    Baca epaper lebih enak karena merasa membaca koran beneran. cita2 saya malah membaca layaknya koran dengan posisi koran dibawah. kalo pake komputer pasti monitornya berdiri. pake laptop g bisa tidur LCDnya.
    Pake ipod, epapernya ga keload secara sempurna walopun udah ada link untuk ipad. mungkin screennya terlalu kecil kali ya…

    kalo kondisinya seperti ini, lebih baik epaper yang softpress daripada pake silverlight.

One Trackback

  1. […] This post was mentioned on Twitter by Nova Khamsah, syafiq irsyadi. syafiq irsyadi said: Kompas Cetak Tutup Usia: http://wp.me/pb1zI-hh […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: