Membuat Repository Mercurial

Tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan sebelumnya.

Setelah membaca tulisan saya yang sebelumnya, maka saya yakin anda mulai memantapkan iman untuk membuat sistem revision control milik anda sendiri yang tidak hanya berfungsi untuk menyelamatkan integitas source code anda namun juga (berpotensi) menjaga kewarasan mental anda pada saat sesuatu yang tidak diharapkan benar-benar terjadi.😀

Walaupun Mercurial adalah distributed revision control, namun pada umumnya tetap memiliki satu server repository utama yang menjadi acuan bagi repository-repository turunannya (disebut dengan clone). Ada dua pendekatan yang dapat dilakukan, yaitu membuat sendiri atau menggunakan server publik yang sudah tersedia. Membuat server sendiri tentulah kondisi yang paling ideal, namun kendalanya anda hanya dapat mengakses server itu pada jaringan lokal kecuali kita memiliki alamat IP static dan kualitas jaringan internet yang bagus. Selain itu diperlukan perangkat komputer yang stabil, suplai listrik yang cukup dan sistem backup data yang baik. Apabila anda seperti saya, yang lebih sering bekerja sendiri atau berada dalam tim kecil (kurang dari 5 orang), bekerja dari berbagai lokasi, dan project yang dikerjakan bukanlah suatu pekerjaan yang sangat besar, maka lebih baik kita menggunakan server publik.

Ada beberapa penyedia layanan server repository revision control gratis yang sering disebut dengan source code hosting. Apabila ingin menggunakan Git, maka anda bisa menuju ke GitHub. Hosting ini menyediakan unlimited space untuk data dan membebaskan jumlah user yang berkolaborasi. Namun syaratnya, semua kode sumber yang tersimpan harus bersifat open source, dalam artian semua orang bebas untuk mengunduh dan mengakses source code kita. Apabila kita ingin menggunakan SVN atau Mercurial, maka Google Code seperti halnya berbagai produk dari Google, adalah jaminan mutu dan terpercaya. Yang diperlukan hanyalah akun Google dan kemauan. Namun, seperti halnya GitHub, Google Code mensyaratkan semua source code bersifat open source. Google Code memberikan beberapa alternatif lisensi seperti GPL, MIT license, BSD license, dsb. Yang lucu dari keduanya adalah, keduanya menggunakan jaringan terenkripsi untuk mengambil atau mengirim data, padahal pada akhirnya data itu ‘terbuka untuk umum’. Useless.

Bagi anda yang menginginkan privasi atau seperti saya, merasa malu jika kodenya yang babalatak dibaca orang lain, maka lebih baik mencari alternatif lain. Salah satu alternatif private hosting yang sekarang saya sedang gunakan adalah Bitbucket. Bitbucket memberikan space 2GB untuk private hosting dengan limitasi hingga 5 user. Bagi saya, kedua limitasi ini tidak menjadi masalah, sehingga saya langsung gowes mendaftar. Pilih sign up untuk free account dan masukkan alamat email dan password yang kita ingat. Done.

Langkah selanjutnya, adalah membuat repository baru. Repository inilah yang akan menjadi repository utama. Pada gambar dibawah saya mencontohkan pembuatan repository bernama dapur-kita. Nama repository sebaiknya tidak memaka spasi. Kolom deskripsi berisi penjelasan singkat dari repository itu. Kolom website wajib untuk diisi, apabila tidak memiliki website, tuliskan saja sesuatu yang berformat blablabla.com. Yang paling penting adalah centang kotak disebelah tulisan private agar tidak ada yang bisa mengakses kecuali kita dan user yang kita pilih.

new_repos

Setelah selesai, kita akan langsung dibawa ke halaman manajemen repository yang baru kita buat. Pada halaman ini kita bisa menambahkan user baru, melihat log perubahan file dan sebagainya.

main

Pada tahap ini kita telah membuat satu buah repository Mercurial yang siap kita gunakan. Tulisan saya berikutnya akan membahas tentang bagaimana cara mengakses repository ini secara mudah dan nyaman dengan software TortoiseHg.

bersambung…

One Trackback

  1. […] About ← Membuat Repository Mercurial […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: